BRIEF SCRUTINY
PARA Syndicate
Minggu, 25 Oktober 2026
Highlight
Dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran menampilkan hal yang jarang terjadi sejak Reformasi yakni hampir tidak ada perlawanan politik. Tujuh dari delapan fraksi partai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang setara dengan 470 dari 580 kursi atau 81 persen, bergabung dalam koalisi pemerintah. Satu-satunya partai di luar kabinet, PDI-P, menyebut dirinya sebagai “penyeimbang”, bukan oposisi, dan tidak pernah menolak atas rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan pemerintah.
Dukungan itu membuat pemerintah relatif cepat mengambil keputusan. Undang-undang strategis disahkan dalam hitungan minggu, dan anggaran program unggulan Makanan Bergizi Gratis (MG) yang dicatat dalam fungsi pendisikan hampir empat kali lipat dalam setahun, dari Rp56,8 triliun menjadi Rp223,6 triliun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan stabilitas, di mana ekonomi dicatat tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dan kemiskinan turun ke 8,07 persen pada Maret 2026.
Namun, kecepatan pengambilan keputusan tidak sama dengan ketepatan. Pada periode yang sama, Kementerian Kesehatan mentata 50.059 korban keracunan MB dari 560 kejadian per 2 September 2026, Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), dan ketimpangan pendapatan justru naik. Kepuasan publik pun turun tajam, yang menurut Poltracking dari 78,1 persen menjadi 55,3 persen, dan menurut SMRC 81,2 persen menjadi 44,5 persen dalam setahun terakhir.

Klik tautan berikut ini untuk mengunduh BRIEF SCRUTINY: PS-Brief Scrutiny EVALUASI 2 TAHUN PRABOWO-GIBRAN_25Okt2026