Scrutiny

Scrutiny 2018

Belum sampai 6 tahun dipenjara, terpidana multi-korupsi Nazaruddin diusulkan memperoleh program asimilasi guna pembebasan bersyarat. Apa benar persyaratan substantif dan administratifnya sudah terpenuhi? Jawabannya: belum! Tapi, jika para “penjaga hukum” salah hitung, jawabannya bisa lain.
ilustrasi: AdA

Read more: Hukum Khilaf, Nazaruddin Bebas

Category: Scrutiny 2018

Masih bisa dipercayakah Kelompok 212? Sebuah kelompok yang diyakini bertemu dalam satu nafas: tauhid, mengapa begitu mudah terpecah hanya karna perbedaan pemikiran dan dukungan politik? Jika memang benar sahabat dalam politik tak pernah abadi, inikah cerminan 212 yang ternyata juga tidak abadi?

reuni 212 (ANTARA Foto/Zarqoni Maksum)

Read more: 212 Kembali ke Khittah, Elit Alumni Kecewa

Category: Scrutiny 2018

Di antara serangan bom bertubi-tubi yang menewaskan ratusan orang, Presiden Jokowi tetap ‘nekat’ datang ke Afghanistan. Kunjungan resmi sebagai bentuk solidaritas atas persoalan yang tengah dihadapi negeri itu, nyatanya pun dipandang sebagai pencitraan oleh sebagian orang. Kalau memang benar, ini pasti salah satu pencitraan yang sangat mahal harganya, karena nyawa sebagai taruhan.

Presiden Joko Widodo disambut Presiden Ashraf Gani dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Afghanistan (foto: Biro pers Setpres)

Read more: 'Pencitraan' Berbahaya demi Perdamaian di Afghanistan

Category: Scrutiny 2018

Page 4 of 5

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2