PT. Pertamina (Persero) akhirnya sepakat untuk membubarkan Petral (Pertamina Energy Trading Ltd). Alasan pembubaran Petral terkait efisiensi penjualan dan pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dilakukan Petral. Selain itu juga ada dugaan tindak pidana korupsi.

Rencana pembubaran Petral itu disampaikan Dirut PT. Pertamina (Persero) Dwi Sucipto di depan rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu 22/4/2015. Menurut Dwi Sucipto, saat ini Pertamina sedang mengambil alih seluruh aset Petral. Peran Petral terkait trading digantikan Pertamina Energy Service (PES) dan bisnis lainnya dilakukan Integrated Supply Chain (ISC), unit usaha langsung dibawah kendali Pertamina (Kompas, 23/4/2015).

Sebelumnya, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin ekonom Faisal Basri merekomendasikan kepada pemerintah agar tidak memberikan kewenangan kepada Petral untuk melaksanakan tender penjualan dan pengadaan impor minyak mentah dan BBM.

Pembubaran Petral dan pendirian PES/ISC tidak diikuti perubahan fundamental terkait peran dan fungsinya. Artinya peran dan fungsi PES/ISC kurang lebih sama dengan Petral. Yang berbeda hanya papan nama dan langkah efisiensi dan penghematan. Itu pun belum dapat dijadikan ukuran, ketika perusahaan baru ini dalam dua bulan (Januari-Februari) bisa menghemat 20 juta dollar atau sekitar Rp.260 milyar.

Apabila pendirian PES dan ISC tidak diikuti perbaikkan substansial terkait tata kelola bisnis migas yang fair, penerapan manajemen profesional, dan perubahan sikap mental sumber daya manusianya tak akan banyak manfaatnya bagi PT. Pertamina (Persero) dan negara. Pendirian PES/ISC ibarat Petral ganti casing saja. Sama saja dengan pendirian “Petral Gaya Baru,” wajah baru dengan sikap mental lama. (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2