Saat terpidana mati kasus narkoba tinggal menghitung hari kapan di eksekusi, terbetik berita mengejutkan kaburnya 10 narapidana kasus narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba, Jakarta. Kasus teranyar, salah satu terpidana mati Fredy Budiman ditengarai masih aktif mengendalikan bisnis narkoba dari balik terali besi di LP Nusakambangan, Jawa Tengah. Rabu, 15/4/2015 penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri berhasil menyeret IT (52) sipir LP Narkoba Cipinang kaki tangan Freddy Budiman (Kompas, 16/4/2015).

Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa lebih, berpotensi menjadi pasar berbagai komoditas termasuk narkotika dan obat-obatan berbahaya itu. Bahkan Indonesia menjadi surga bagi bandar narkoba, ketika birokrasi pemerintahan dan aparat penegak hukum masih lembek dan mudah disogok. Fakta menunjukkan kaburnya terpidana narkoba dan bagaimana cerita para sipir penjara menjadi kaki tangan bandar narkoba.

Data yang dihimpun dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa warga negara Indonesia yang kecanduan narkoba sekitar 5 juta jiwa. Rata-rata per hari mereka mengkonsumsi 0,5 gram per orang. Maka per hari berbagai jenis narkoba yang disalahgunakan mencapai 2,5 juta gram. Berapa harga per gramnya, sangat tergantung jenisnya. Sementara itu data lain menyebutkan di Indonesia ada 10 bandar besar yang mengedarkan berbagai jenis narkoba. Masing-masing bandar memiliki omset sekitar Rp. 10 trilyun per minggu. Jika data ini terkonfirmasi dengan benar, maka Indonesia telah masuk perangkap sorganya pengguna barang haram tersebut. Angka-angka tersebut melampaui anggaran belanja pembangunan pemerintah yang tertuang dalam APBN.

Tidak berlebihan manakala Indonesia masuk kategori negara berpotensi menjadi “pasar raya narkoba”, surganya bandar narkoba. Oleh karena penyalahgunaan narkoba kian masif dan menebar ancaman serius, pemerintah segera melakukan langkah keras dan tegas. Bila perlu negara dinyatakan dalam “darurat narkoba”. Atas dasar itu pemerintah dapat mengambil tindakan ekstra keras terhadap siapa saja. Utamanya bagi aparat negara yang terbukti bermain-main menyalahgunakan jabatannya, apalagi menjadi kaki tangan bandar narkoba. Mereka layak mendapat hukuman berat, sama dengan terpidana mati kasus narkoba yang tinggal menunggu hari untuk dieksekusi. (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2