Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (31/3/2015), menerima lima deputi baru Kantor Staf Presiden untuk berkenalan dengan presiden. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pihaknya tidak diundang dalam perkenalan dengan deputi yang baru saja dipilih Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan sebagai tim untuk membantunya bekerja. Publik mengetahui bahwa Wapres Jusuf Kalla pernah mempersoalkan keberadaan Kantor Staf Presiden yang menurutnya dikhawatirkan ada tumpang tindih kewenangan antar lembaga dan berharap akan ada evaluasi dari Presiden Jokowi terkait hal tersebut.

Menanggapi perkenalan deputi baru itu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, “Saya tidak tahu ada acara itu dan saya juga tak diundang meskipun tugas (Kantor Staf Presiden), menurut perpres itu, memberikan dukungan ke Wapres” (Kompas, 1/4/2015). Memang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2005 tentang Kantor Staf Presiden, pada Pasal 2 disebutkan bahwa Kantor Staf Presiden mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan ke Presiden dan Wapres untuk mengendalikan program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis. Kondisi ini memunculkan potensi persoalan dalam kelembagaan dan kepemerintahan yang harus segera diselesaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Wapres Jusuf Kalla yang ternyata tidak diundang dalam perkenalan dan sikap Presiden Joko Widodo yang belum juga melakukan evaluasi atas kewenangan dan kelembagaan Kantor Staf Presiden memunculkan dugaan adanya masalah komunikasi politik di lingkar Istana. Persoalan komunikasi politik Presiden memang menarik banyak perbincangan publik disertai polemik bercampur rumor politik dari para pembantu Presiden. Kemana arah polemik soal keberadaan Kantor Staf Presiden dan rumor persoalan politik di Istana belakangan ini telah memunculkan geliat spekulasi publik yang secara perlahan mulai menggerogoti kewibawaan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di usia pemerintahannya yang memasuki enam bulan. (Ari Nurcahyo)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2