Kapolri Tito Karnavian - HoegengKoalisi Masyarakat Sipil (KMS) yang terdiri dari Imparsial, Elsam, HRGW, ICW, ILR, KRHN, Mappi FH UI, Lingkar Masyarakat Madani, dan YLBHI meminta DPR segera menggelar fit and proper test pada calon Kapolri Komjen Tito Karnavian (JPNN.com, 21/6/2016). Menurut  Direktur Imparsial, Al Araf memandang bahwa penunjukan Tito oleh Presiden Jokowi, agar diterima DPR dan secepatnya disahkan sebagai Kapolri. 

Mengacu pada UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif presiden. Selain itu, penunjukan Tito oleh Presiden Jokowi, harus dipandang positif, karena bekas Kapolda Metri Jaya itu tidak pernah terseret “kasus suap, dan korupsi atau rekening gendut.” Seluruh perwira tinggi (pati) Polri dikumpulkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Senin (10/6) hari ini. Banyak hal dibahas dalam pertemuan itu. mulai dari peningkatan kinerja, pembahasan anggaran, hingga masalah pergantian Kapolri.

Untuk itu, DPR jangan menyalahgunakan kewenangannya dalam Fit and Proper Test yang dilakukan pada hari Selasa (21/6/2016). Banyak yang berpendapat bahwa Tito adalah Jendral Polisi yang berpotensi dan bersih dari berbagai penyimpangan. Dan, sebaiknya DPR obyektif tidak menilai secara subyektif dengan embel-embel tawaran politik di belakangnya.

Meski sebenarnya, Tito Karnavian ternyata sering menolak tawaran menjadi Kapolri. Hal itu telah banyak disampaikan lewat berbagai media cetak dan elektronik dan juga disampaikan Ketua Kompolnas, Luhut Binsar Panjaitan. Di sisi lain, Luhut juga memuji Tito sebagai sosok yang cerdas dan rendah hati, sekaligus loyal pada pimpinannya. Dan, Tito bisa dijadikan contoh atau teladan bagaimana memposisikan dirinya?  

Yang lebih penting seluruh jajaran Polri mendukung Tito seandainya terpilih sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun tanggal 1 Juli 2016. Dan Kapolri, Badrodin menegaskan agar seluruh anggota Polri menghormati keputusan Presiden Jokowi serta para Pati Polri membantu Komjen Tito dalam mempersiapkan Fit and Proper Test di Komisi III DPR, hari Selasa (21/6/2016) ini. Semoga dengan terpilihnya Tito menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, mampu mereformasi di internal Polisi. Semoga. (FS Swantoro).  

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2