Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan (15-18/5/2016) menelorkan kembali harapan bakal terpacunya gerak maju industri kreatif di tanah air yang digadang-gadang bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Dalam tataran kerjasama dengan negeri K-pop itu, MoU di bidang industri kreatif telah dikantongi dan berbagai pembicaraan awal pun telah dilakukan dengan fokus pada percepatan industrialisasi dan pembangunan industri kreatif.

Di sana, Presiden Jokowi berkesempatan berkunjung ke Muhwa Broadcasting Corporation (MBC) dan JC Creative Center untuk secara langsung menyaksikan majunya industri kreatif.  Langsung dari sumber utama, Presiden bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana signifikannya kontribusi industri kreatif itu bagi  perekonomian Korea Selatan berikut serangkaian proses dan kerja keras yang mendahuluinya.

Sejak masa-masa awal kampanye Pilpres 2014, perhatian dan janji Jokowi untuk memprioritaskan industri kreatif telah menjadi magnet tersendiri yang mampu menarik banyak dukungan dari mereka yang berkecimpung di dalamnya  maupun para pemerhati industri ini. Walau sempat meredup ketika di awal pemerintahan Jokowi ternyata tidak ada kementerian yang ditugaskan untuk fokus mengelolanya, harapan akan perkasanya industri kreatif kembali menyala menyusul dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) awal tahun 2015. Namun demikian, walaupun mungkin banyak hal telah dilakukan,  harapan industri kreatif bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi masihlah jauh dari kenyataan hingga sekarang.

Setelah disepakatinya kerjasama di bidang industri kreatif dengan Inggris dalam kunjungan Presiden Jokowi terdahulu, pilihan kerjasama di bidang industri ini dengan Korea Selatan sudahlah sangat tepat. Dalam versinya masing-masing, kedua negara ini memang termasuk ikon dari negara-negara yang terbukti berhasil mengelola dan memajukan industri kreatif mereka dengan sangat baik. Banyak sekali hal penting terkait industri ini yang bisa dipelajari dari mereka.
Melalui kerjasama ini, harapannya, BEKRAF bersama dengan segenap stakeholder bisa mendapatkan manfaat yang sebaik-baiknya, termasuk dalam menjawab berbagai permasalahan dan tantangan perkembangan yang ada, entah itu masalah sumber daya manusia kreatif, daya saing industri, pembiayaan, pasar, infrastruktur, teknologi maupun kelembagaan. Semangat kecintaan dan kebanggan masyarakat Korea Selatan pada produk dan budaya lokal yang mendasari kerja keras mereka, berikut kesadaran akan cita-cita bersama yang memotivasi mereka untuk giat belajar dari pihak lain demi sebuah tujuan yang jelas yakni memajukan industri di tanah air bisa menjadi bagian dari awalan untuk terus bergerak maju.  (L. Bekti Waluyo)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2