Sengketa agraria yang melibatkan Masyarakat Hukum Adat (MHA) kian meningkat dan semakin jauh dari penuntasan penyelesaian. Pemerintah telah abai melindungi hak MHA. Hak yang sejatinya ada dan telah dimiliki lebih dahulu sebelum negara ini berdiri. 

 

Rakyat terlalu lama hidup dalam ketidakadilan struktural. Kekuasaan legislatif telah merebut hak asasi komunal dengan meletakkan atribut “negara” pada tanah yang seharusnya dikuasai oleh MHA, menunjukkan semangat landreform telah hilang pada diri para pembentuk undang-undang (vide UU No.41/1999 tentang Kehutanan). Padahal, Hak Asasi semestinya menjadi hukum untuk ditegakkan dan dilindungi, bahkan terlindungi dari aturan nasional (C. De Rover).

 

Sudah sejak semula landreform yang dikawal oleh Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960 memiliki semangat menghilangkan monopoli dan penguasaan dominan atas tanah oleh para pemilik modal besar, melindungi masyarakat agraris dari potensi kehilangan tanah garapan. Jiwa dan semangat UUPA merupakan pengejawantahan dari jiwa dan semangat pasal 33 UUD 1945; bahwa dalam konteks demokrasi ekonomi: bumi, air, ruang udara, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya -sebagai kekayaan nasional- dipersembahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

 

Terpujilah Mahkamah Konstitusi yang telah “meralat” UU Kehutanan 1999, lewat Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa “hutan adat bukanlah hutan negara.” Tanah adat bukanlah tanah negara.

 

Putusan ini pun tidak boleh menjadi putusan yang diam, namun harus dilanjutkan dengan regulasi baru perihal Hutan Adat yang memastikan fungsi ekologis dengan pengaturan tentang pemetaan berikut pengelolaannya. Hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari ‘kenakalan kekuasaan’ yang sering kali terpeleset dan menimbulkan konflik baru di kemudian hari. (Ad Agung)

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2