Musyawarah Nasional Partai Golkar (Munas Golkar), yang semula akan digelar April 2016, kemungkinan diundur 27 Mei 2016. Langkah ini diambil untuk memberi waktu penyesuaian setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung yang memenangkan kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie. Tanggal penyelenggaraan munas 27 Mei sudah dibicarakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Kompas, 8 Maret 2016). 

Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo, menjelaskan penyelenggaraan Munas Golkar 27 Mei 2016 sudah dibahas Aburizal Bakrie dengan beberapa ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I di Jakarta. "Waktu munas sudah tidak perlu dipermasalahkan.  

Pada 28 Januari 2016, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaktifkan kembali kepengurusan Golkar hasil Munas Riau 2009 yang berakhir 2015, selama enam bulan sampai Juli 2016. Dalam SK Menkumham ditetapkan kepengurusan Riau berwenang menyelenggarakan munas yang diharap dapat menyelesaikan konflik internal partai beringin, antara kepengurusan Munas Jakarta versus Munas Bali. Sementara "soal panitia, tidak banyak berubah, tetapi tentang DPP mana yang menjadi penyelenggara masih dibicarakan." 

Struktur panitia yang sudah diputus dalam rapat harian DPP Golkar hasil Munas Riau, adalah Theo L Sambuaga Wakil Ketua Umum DPP Bali sebagai Ketua Panitia Penyelenggara, Nurdin Halid Wakil Ketua Umum DPP Bali sebagai Ketua Panitia Pengarah, dan Zainudin Amali sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Terkait Munas Golkar ini, yang penting munas tetap berlangsung paling lambat Mei 2016 dan jangan sampai deadlock. Mengingat penundaan waktu penyelenggaraan munas membuat sejumlah bakal calon ketua umum mengubah jadwal pengumpulan dukungan dari daerah termasuk persipan calon kepala daerah yang akan maju dalam Pilkada serentak Februari 2017 dan jika sampai deadlock membuat hancur partai berngin ini. 

Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo, salah satu calon mengaku terkendala mengatur strategi kampanye karena waktu penyelenggaraan munas yang berubah-ubah. Persoalan munas bersama Golkar ini menjadi solusi yang terbaik bagi partai beringin untuk mengakhiri konflik kepengurusan yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Kedua kubu hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie dan hasil Munas Jakarta yang diketuai Agung Laksono perlu segera duduk bersama mencari solusi terbaik bagi masa depan partai.  

Munas kali ini akan menjadi tikungan terakhir bagi Golkar agar survive bagi partai beringin ke depan. Jika sampai deadlock, Golkar terancam menjadi partai gurem pada Pemilu 2019 atau muncul irisan baru lagi dari partai Golkar. Dan, munas bisa membuat optimal Partai Golkar mengikuti pilkada serentak Februari 2017 yang tahapannya akan dimulai akhir Mei 2016. Semoga. (FS Swantoro)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2