Indonesia menggelar KTT Luar Biasa OKI ke-5 atas permintaan Palestina dan OKI untuk menggantikan Maroko yang batal menjadi tuan rumah. Bertemakan ”Bersatu demi Sebuah Solusi konferensi ini khusus membahas isu Palestina dan Al- Quds Al-Sharif atau Jerusalem.

Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam telah ditutup dengan menghasilkan dua dokumen pernyataan tegas dalam menyikapi masalah Palestina. Dokumen berisi seruan dan langkah konkret upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara (Kompas, 8/3/2016). Dokumen pertama berupa resolusi yang menegaskan komitmen OKI mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif (Jerusalem). Dokumen kedua, Deklarasi Jakarta memuat langkah konkret untuk mendorong terwujudnya perdamaian dalam konflik Palestina-Israel.

Dalam KTT OKI itu, para pemimpin dunia Islam telah menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi konkret bagi Palestina. Negara-negara OKI mengecam tindakan Israel dan menyerukan pengakhiran penjajahan Israel dan pembentukan negara Palestina atas dasar two-state solution.” Sesuai kerangka solusi dua negara, diharapkan bisa terwujud negara Palestina yang tidak lagi diduduki Israel, tapi berdampingan dengan negara Israel.

Konferensi OKI Luar Biasa ini digelar atas permintaan Palestina dan OKI untuk mengangkat kembali masalah kemerdekaan negara Palestina setelah perundingan terakhir antara Palestina dan Israel tahun 2014 menemui jalan buntu. Belakangan, isu Palestina tenggelam oleh merebaknya konflik kekerasan di kawasan Timur Tengah, seperti di Suriah, Yaman, Irak, terorisme dan kebrutalan ISIS hingga perseteruan antara Iran vs Arab Saudi.

Duniapun prihatin memburuknya situasi di Palestina belakangan ini. Banyak kebijakan sepihak dan ilegal, serta hukuman kolektif Israel, yang makin menyulitkan rakyat Palestina. Akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa di Jerusalem sangat dibatasi. Rakyat Palestina semakin tak berdaya. Akibat ulah Israel itu Paus Fransiscus telah menyerukan pentingnya  kemerdekaan bagi Negara Palestina untuk terwujudnya perdamaian di Timur Tengah. 

Saat berpidato, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan kepada negara-negara anggota OKI permintaan bantuan dan perlindungan bagi rakyat Palestina dari penindasan Israel yang sudah berlangsung tujuh dekade. ”Ini penjajahan terlama dalam sejarah manusia. Rakyat Palestina sangat membutuhkan perlindungan internasional dari tekanan Israel.” Situasi terkini di Palestina eskalasi kekerasan dan ekspansi permukiman ilegal di Tepi Barat, serta ancaman bagi Jerusalem, kota suci pemeluk Muslim dan Kristen mengkhawatirkan.

”Israel terus menerapkan pajak berlebihan terhadap rakyat Palestina, tidak memberi izin membangun rumah, menutup peluang investasi, dan menghancurkan rumah-rumah warga,”  ”Jika Israel menarik diri dari seluruh tanah yang diduduki, seluruh negara Arab dan Islam yang berjumlah 57 negara akan menjalin hubungan politik dengan Israel.”

Menghadapi situasi di atas, Presiden Jokowi menyerukan kepada peserta KTT OKI untuk tetap bersatu. Tekad persatuan di kalangan negara-negara anggota OKI dituangkan dalam Deklarasi Jakarta. Melalui Deklarasi Jakarta, negara anggota OKI menuangkan langkah konkret bagi kemerdekaan Palestina dan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina. Dan untuk semua itu, Israel memang harus dikucilkan dari pergaulan dunia. (FS Swantoro) 

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2