Partai Demokrat bersama netizen menolak revisi UU KPK. Penolakan atas rencana revisi UU KPK itu digelar melalui acara kopi darat bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cibubur. Partai Demokrat mengundang 26 netizen (pengguna internet) pemilik akun media sosial Facebook dan Twitter untuk berdialog menyampaikan pendapat tentang rencana revisi UU KPK yang sedang menjadi pembicaran di publik.

 

Menariknya, mereka yang diundang adalah netizen yang terjaring dari pengikut akun Twitter @SB-Yudhoyono dan akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono. Ada semacam survei sederhana dari Pak SBY di akun Twitter dan Facebook-nya dengan pertanyaan  tentang revisi UU KPK. Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan bercerita soal ide awal acara diskusi itu, yakni pada 13 Februari 2016, akun @SB-Yudhoyono mencuit: “Terkait revisi UU KPK, apa pendapat Anda? Setuju/tidak? Mengapa? Jika setuju, materi apa yang perlu diubah atau ditambah?” #uukpksby. 

 

Dalam selang waktu 26 jam, survei itu direspon sebanyak 6.674 orang yang mencuit, baik memberikan komentar balasan maupun sekadar ikut me-retweet cuitan tersebut. Angka statistiknya, sebanyak 70 persen menyatakan tidak setuju revisi UU KPK, ada 12 persen menyatakan setuju, dan 18 persen menjawab lainnya. Melihat antusiasme dan respon yang besar tersebut, Partai Demokrat lalu melakukan seleksi terhadap netizen yang telah memberikan komentar dan tanggapan terpilih untuk diundang kopi darat bersama Pak SBY untuk berdialog dan berdiskusi menyampaikan pandapat. 

 

Netizen yang hadir masih tergolong anak muda dengan rata-rata berusia kurang dari 30 tahun, yang kebanyakan masih anak kuliahan atau baru saja menyelesaikan sekolah. Acara kopi darat itu menarik, karena menjadi ajang yang attractive kaum muda netizen untuk menyampaikan komentar dan kritik tajam terhadap penolakan mereka atas revisi UU KPK yang saat ini sedang menunggu proses di DPR. Karena mereka adalah netizen yang aktif di media sosial, sambil mengikuti diksusi itu dengan serius, mereka nge-tweet di akun Twitter-nya dengan tagar #diskusisby. 

 

Sabtu (20/2) siang itu di Cibubur, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tuan rumah kopi darat dari para netizen itu untuk “membumikan” pembicaraan di ruang media sosial dan sekaligus “mendaringkan” dialog kopi darat itu melalui tweet dan komentar di Facebook yang “real-time” di ruang maya media sosial. Ajang kopi darat itu menjadikan objek pembicaraan netizen tidak lagi dianggap maya, dan juga diskusi riil di ajang kopi darat itu sekaligus terhubung ke dunia maya lewat gawai di genggaman netizen. Cara ini menarik dan sangat strategis, karena peran media sosial sebagai medium pesan mendapat amplifikasi lebih kuat di ruang publik.

Ini cara SBY menggunakan medium baru membangun wacana publik untuk menguatkan sikap Partai Demokrat terhadap revisi UU KPK. Di akhir diskusi itu SBY menyatakan, “Karena itu kami menolak. Dan suara ini akan kami bawa ke paripurna.” SBY meminta Presiden Jokowi juga bisa menyampaikan sikap tegasnya. “Saya pribadi dan rakyat ingin mendengar posisi dan pandangan Presiden Jokowi,” kata SBY. (Ari Nurcahyo | PS)     

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2