Partai Golkar harus lebih mengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan. Setelah tercapai suatu titik temu, kini saatnya masalah dualisme kepengurusan diakhiri dengan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang demokratis dan adil bagi semua kader Partai Golkar (Kompas, 24/1/2016).

Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie saat memberikan sambutan pembukaan pada Rapimnas Partai Golkar, menegaskan “dorongan untuk menyelenggarakan Munaslub sebagai solusi konflik internal partai yang berulang kali digaungkan berbagai elemen Golkar, akhirnya bak gayung bersambut, bisa terselenggara. Rapimnas Golkar malam itu dibuka Presiden ke-3 RI BJ Habibie, yang juga tokoh senior Partai Golkar. 

Dalam kesempatan itu, Habibie mengimbau Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Jakarta, Agung Laksono untuk mengakhiri konflik internal dan mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar. Golkar, bersama partai politik lain, harus bersinergi positif mengembangkan sumber daya manusia. Ambillah jalan terbaik dengan merangkul semua pihak. Habibie menekankan perlunya mengembangkan budaya estafet dalam kehidupan berpolitik yakni memberikan tampuk kepemimpinan pada generasi selanjutnya. 

Sementara dalam pidato politiknya, Aburizal menekankan pentingnya Munaslub digelar sebelum Mei 2016 agar Partai Golkar memiliki cukup waktu untuk konsolidasi menyambut pemilihan kepala daerah serentak tahun 2017 dan pemilihan umum legislatif tahun 2019. Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie mengimbau agar munaslub segera diadakan tahun 2016 ini. Ia juga mengakui, dari sisi hukum, masih ada proses kasasi yang belum selesai di Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

Kendati demikian, pihaknya harus menerima kenyataan pahit, tetapi kita harus pandai membaca situasi. Kita semua tahu, selain proses hukum, faktor politik dan kekuasaan masih terus berperan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Dan kepada wartawan, Aburizal pun menegaskan, dirinya tidak akan maju lagi sebagai ketua umum dalam munaslub. "Kalau sudah munaslub, saya tidak akan maju sebagai ketua umum." 

Ical menyerahkan keputusan penyelenggaraan Munaslub kepada pengurus dewan pengurus daerah (DPD) tingkat I provinsi sebagai pemegang "saham" Golkar dan penentu keputusan di rapimnas. "Ambillah keputusan yang tuntas dan jelas arahnya. Saya selaku ketua umum akan patuh dan loyal terhadap keputusan itu.” Terkesan dalam perhelatan Golkar ini, Ical lebih kesatria dan bertanggung jawab dari pada Agung yang tak hadir dalam Rapimnas. 

Selain dihadiri perwakilan pemerintah yakni Luhut B. Panjaitan dan Yasona Laoly, Rapimnas Partai Golkar juga dihadiri sejumlah pimpinan partai politik, seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua MPR/Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz. Dari Rapimnas Golkar ini semoga cepat berakhir dualisme kepemimpinan partai beringin yang sudah setahun berseteru (FS Swantoro).

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2