Hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak periode 9 Desember 2015 memunculkan perubahan konfigurasi kemenangan partai politik yang dikuasai parpol pendukung pemerintah pusat. Data KPU yang menampilkan 802 pasangan calon yang bersaing di 261 daerah penyelenggara Pilkada serentak menunjukkan, PDI-P meraih kemenangan terbesar. 

Dari sekitar 252 pasangan calon yang resmi diusung PDI-P, sekitar 125 pasangan calonnya meraih kemenangan. Selanjutnya diikuti Partai Nasdem 102 pasangan, Gerindra 97 pasangan, PKS 88 pasangan, PAN 88 pasangan, Demokrat 87 pasangan, PKB 76 pasangan, Hanura 69 pasangan, Partai Golkar 55 pasangan, PKPI 39 pasangan, PBB 33 pasangan, serta PPP 31 pasangan (Kompas, 11/1/2016).

Membandingkan konfigurasi urutan kemenangan partai politik dalam Pemilu Legislatif 2014, hasil yang dicapai tiap partai dalam ajang kontestasi di tingkat demokrasi lokal ini tidaklah sama dan sebangun. Kecuali posisi kemenangan PDI-P dan Gerindra, beberapa partai yang tergolong papan atas dalam Pilkada Desember 2015 tidak mampu mempertahankan kedudukannya. Untuk contoh, Demokrat, di posisi ke-6 di bawah Nasdem, PAN, dan PKS. Bahkan, Golkar yang masih dibelit konflik internal terpuruk dari ketidaksolidannya. Pada Pilkada 2015 ini, Golkar terpuruk di urutan ke-9 dan bahkan PPP menjadi juru kuncinya. 

Pada sisi lain, ada kecenderungan partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK menuai hasil yang gemilang. Selain PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI mampu memenangkan pasangan calon dalam jumlah yang signifikan. Dari semua partai pendukung pemerintah, prestasi Partai Nasdem tergolong paling menonjol dan mampu menduduki urutan kedua dalam meraih kemenangan. Begitu pula PKPI, yang pada Pileg 2014 berada di posisi juru kunci kali ini mengungguli kemenangan PPP dan PBB. Dan PAN yang mulai mendukung pemerintahan Jokowi-Kalla memenangkan hingga 88 pasangan atau urutan keempat. 

Meski hasil Pilkada Desember 2015 telah mengubah konfigurasi kemenangan partai-partai, dalam sisi yang berbeda, keseluruhan hasil Pilkada 2015 ini belum cukup menunjukkan kualitas keberadaan partai yang berkontestasi. Pilkada ini menunjukkan, jumlah kemenangan yang diraih setiap partai tidak identik dengan tinggi-rendahnya produktivitas partai. 

Dari peta hasil Pilkada 2015 itu menunjukkan bahwa demokrasi kita kini berada dalam tahap perkembangan positif dan layak diapresiasi. Pendapat ini merujuk beberapa realitas politik seperti pelaksanaan pemilu yang demikian banyak pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat nasional semua berlangsung secara aman-damai, sejuk, dan terkendali tanpa perlu menimbulkan gejolak atau kekerasan, serta tidak membawa kekacauan seperti yang diprediksi sebelumnya. Untuk itu kualitas demokrasi kita sudah naik kelas (FS. Swantoro). 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2