Ancaman serangan teror dari kelompok radikal (teroris) menjadi fokus utama pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) jelang perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Dalam operasi selama tiga hari Jumat hingga Minggu (18-20/12), Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Satuan Tugas Khusus Antiteror Polri telah menangkap delapan orang simpatisan dan anggota kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). 

 

Menurut Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, penangkapan delapan terduga teroris itu merupakan upaya pengamanan siaga satu yang dilakukan hingga perayaan akhir tahun 2016. Semua terduga teroris, merupakan anggota kelompok radikal dan atau pendukung NIIS di Indonesia yang merencanakan serangan akhir tahun (Kompas, 21/12/2015). 

Selama 2015, Densus 88 telah menangkap 16 anggota dan pendukung NIIS di Jakarta, Solo, Malang, dan Makassar. Delapan terduga teroris itu terkait terduga anggota NIIS yang telah ditangkap. Ini sungguh prestasi tersendiri bagi Polri yang sangat didambakan masyarakat, saat kehidupan politik nasional sedang gaduh, terkait sidang MKD.

Untuk memperkuat pengamanan dalam negeri Polri berkoordinasi dengan kepolisian negara sahabat, yakni; Kepolisian Singapura, Kepolisian Federal Australia (AFP), dan Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI). Sementara untuk pengamanan dalam negeri, pemerintah telah menyiagakan lembaga;  Polri, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Terkait dengan itu, kini Polri siaga satu untuk mengamankan seluruh wilayah di Tanah Air selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Daerah yang menjadi prioritas pengamanan adalah Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, Papua Barat.

Selama beberapa bulan ini Polri telah memetakan dan memprediksi ancaman keamanan, baik konvensional, lalu lintas, maupun ancaman terorisme dan radikalisme. Untuk pengamanan selama Natal hingga  tahun baru, Polri akan mengerahkan 150.554 personel, terdiri dari 80.203 anggota Polri dan 70.351 personel TNI, serta menyiapkan pos pengamanan di 1.557 titik.
 

Karena itu, acungan jempol perlu dilayangkan kepada Polri. Siapa pun berharap suasana yang kondusif seperti sekarang bisa berjalan dengan baik dan negara selalu hadir memberikan rasa aman terhadap setiap warga negara. Karena negara punya tugas utama melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Selamat bertugas Polri dan TNI, semoga sukses! (FS.Swantoro)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2