Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan dua cara, pencegahan secara nyata dan tindakan hukum yang tegas. Pemerintah akan mendukung semua langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi (Kompas,11/12/2015).

 

Pernyataan Jokowi itu dibacakan pada peringatan hari anti korupsi se - dunia di Bandung Jawa Barat 10 Desember 2015. Namun Jokowi tidak merinci seperti apa dan dialamatkan kepada siapa yang dimaksud pencegahan secara nyata dan tindakan hukum yang tegas itu. Pasalnya sampai sekarang tidak ditemukan dokumen terkait agenda program aksi pemberantasan korupsi pemerintahan Jokowi seperti yang ia janjikan saat kapanye pemilihan presiden 2014 lalu. Padahal yang ditunggu rakyat adalah tindakan nyata dan tegas itu dari pemerintahan Jokowi, bukan dari yang lain. 

Demikian pula terkait pernyataan dia akan mendukung setiap langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi. Sementara fakta di lapangan, justru pemerintah bersama DPR sepakat untuk merevisi sejumlah pasal dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang substansinya justru melemahkan KPK. Karena itu, ketidakhadiran Pimpinan DPR pada peringatan hari anti korupsi mengkonfirmasi sikap DPR yang selama ini merasa tidak nyaman dan terganggu oleh berbagai langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. 

Selama kurang lebih 14 bulan sejak Jokowi dilantik menjadi presiden 20 Oktober 2014 lalu sikap pemerintah terkait agenda pemberantasan korupsi masih setengah hati. Seolah-olah pemberantasan korupsi menjadi tanggung jawab KPK. Bahkan peringatan hari anti korupsi sedunia tidak dijadikan momentum untuk meluncurkan agenda gerakan dan program aksi pemberantasan korupsi secara serius, hingga membuat para koruptor harus berpikir seribu kali manakala berkehendak melakukan kejahatannya. Jusuf Suroso

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2