Isu “skandal Freeport” yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto hingga minggu keempat November 2015 belum ada tanda-tanda akan berakhir, sejak kasus itu mencuat awal bulan itu. Meskipun Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) sudah mulai bekerja untuk menanyai dan memeriksa siapa saja yang diduga mengetahui kasus itu. Alih-alih dapat mengurai kasus “makelaran,” perburuan rente yang melibatkan para penyelenggara negara, MKD justru diselimuti “kabut suap.”

Berita utama Koran Tempo edisi Kamis, 26 November 2015 tentang isu suap yang membayangi MKD yang saat ini tengah bekerja untuk mengusut kasus dugaan pelanggaran etika Ketua DPR Setya Novanto. Ada tawaran uang US$ 2 juta atau setara Rp.27 milyar kepada MKD. Laporan Anggota MKD dari PDIP Junimart Girsang, menyebutkan uang itu untuk mengamankan Setya Novanto agar terbebas dari tuduhan merujuk laporan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Sudirman Said (Koran Tempo, 26/11/2015).

“Kabut suap,” yang tengah menyelimuti MKD kian menambah gelap upaya MKD untuk menyingkap “skandal Freeport.” Pasalnya, pada saat yang sama kepercayaan publik terhadap DPR, termasuk lembaga bentukan DPR ada pada titik terendah. Sehingga, apapun keputusan MKD, apalagi ketika keputusan MKD menguntungkan Setya Novanto, publik tetap menganggap, keputusan itu bagian dari “kabut suap.” 

Bukan perkara mudah mengurai “kabut suap” jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan upaya mengurai kabut asap yang belum lama menjadi masalah serius dibeberapa wilayah negeri ini. Berbagai upaya dilakukan, hasilnya hanya meminimalisir. Namun begitu hujan turun kabut asap pun menghilang. Sebaliknya dalam kasus “kabut suap” meski ada upaya untuk mengurai, akan tetapi tidak bisa menunggu mereka “turun” atas kemauan sendiri seperti turunnya air hujan. Harus ada tindakan keras dan ekstrem untuk memaksa para penyelenggara negara yang terlibat “skandal Freeport” dan “kabut suap” di MKD itu turun. (Jusuf Suroso)    

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2