Berita menarik pekan ini masih sekitar bencana asap akibat pembakaran hutan di Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya. Bencana asap itu juga memaksa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersingkat kunjungannya ke Amerika Serikat, membatalkan serangkaian agenda di California dan memilih kembali ke tanah air Kamis, 29 Oktober 2015.

Langkah Presiden Jokowi ini memperlihatkan bahwa presiden menaruh perhatian serius kebakaran hutan yang telah mengakibatkan kerusakan hutan, lahan gambut, jutaan mahluk hidup dan primata termasuk manusia menjadi korban terpapar asap. Namun sampai saat itu, belum ada para pihak atau pejabat yang dimintai pertanggungjawaban akibat bencana asap terbesar sepanjang abad ini. Areal hutan yang dibakar atau terbakar sejak Juni-Oktober 2015 menurut laporan Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana, Lapan, Purwati Sofyan sebesar 2,1 juta Ha (OkeZone, 30/10/2015).

 

Adakah hubungan signifikan pembakaran hutan ini dengan kebijakan Kementerian Kehutanan yang sejak 2010-2013 telah terjadi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sebesar 1,3 juta Ha. (Dephut, 2010/2012/2013). Pada tahun 2012 Kementerian Kehutanan juga telah mengeluarkan izin pinjam pakai tambang dikawasan hutan seluas 900.000 Ha. Semua izin tersebut ditanda – tangani Zulkifli Hasan sekarang Ketua Umum PAN (Partai Amanat Nasional) yang juga Ketua MPR saat menjabat Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014.

Aroma penyalahgunaan kekuasan alias korupsi saat pemberian izin tak kalah tajam dengan paparan asap itu sendiri. Oleh karena itu wajar apabila para aktivis lingkungan menuding adanya dugaan korupsi dibalik kabut asap itu. Namun sejauh ini pemerintah belum membuka azab siapa dibalik bencana asap itu. Inilah pekerjaan rumah Presiden Jokowi untuk membuka azab dibalik asap yang telah mengakibatkan bencana kehidupan dan kemanusiaan dikawasan yang terpapar asap tersebut. (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2