Berita utama koran-koran Indonesia hingga pekan terakhir Oktober 2015, masih soal kabut asap hasil pembakaran hutan di 6 provinsi di Kalimantan dan Sumatera, kian mengancam kehidupan di kawasan itu. Sekurangnya 43 juta jiwa penduduk di kawasan itu terpapar asap dan 12 orang diantaranya meninggal dunia (Kompas,26/10/2015).

Dampak kabut asap hasil pembakaran hutan seluas 1,7 juta ha lebih juga mengakibatkan kerugian materi sekitar Rp.20 trilyun. Belum termasuk kerugian non material yang belum dihitung seperti gangguan kesehatan dalam jangka waktu tertentu akibat terlalu lama terpapar asap. Terganggunya proses belajar mengajar siswa-siswi di seluruh kawasan yang berdampak asap tersebut. Kabut asap juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat termasuk lalu lintas penerbangan.

 

Sampai saat ini pemerintah (daerah dan pusat) belum mampu menjinakan asap, meski berbagai upaya telah dilakukan, termasuk bantuan dari manca negara. Sementara luas kawasan yang dibakar terus bertambah. Menko Polhukam Luhut Panjaitan menuding biang keladi tragedi kabut asap adalah para pemilik 4,8 juta ha lahan gambut yang dibagi-bagikan pemerintahan terdahulu kepada para investor sektor perkebunan dan kehutanan (Kompas/22/2015). Dengan harapan 4,8 juta ha lahan gambut itu dapat dikonversi menjadi lahan perkebunan atau pertanian.

Terlepas dari kasus pelepasan 4,8 juta ha lahan gambut itu, pemerintah sekarang juga harus bertanggungjawab, ketika mengizinkan para investor itu untuk melakukan pembakaran hutan, meski dalam skala terbatas, sebagai jalan pintas untuk membuka lahan. Itu sebabnya yang membuat pemerintah terkesan tidak tegas menghadapi kabut asap ini. Kalau pun kemudian bergegas ingin memadamkan, sudah terlambat. Areal yang terbakar terlanjur meluas dan yang terbakar lahan gambut yang berada dibawah permukaan. Bara api dibawah permukaan itulah yang kemudian memproduksi kabut asap yang sulit dipadamkan. Tragedi kemanusiaan akibat ulah manusia itu sendiri. (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2