Hari ini (10/10), banyak media memberikan porsi halamannya untuk mengulas perihal telah dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi Tahap Pertama pada hari Rabu Legi, tanggal 9 September 2015. Atas langkah pemerintah ini, ada banyak harapan tertambat di sana, yakni akan segera pulihnya perekonomian dari kondisi sakitnya. 


Paket kebijakan tahap pertama ini mencakup tiga poin penting. Pertama, kebijakan yang mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi debirokratisasi serta penegakan hukum dan kepastian usaha. Untuk tujuan ini, pemerintah menyatakan berkomitmen untuk menyelesaikan paket deregulasi pada bulan September dan Oktober. Kedua, kebijakan untuk mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan, penyelesaian proyek strategis nasional antara lain dengan penyederhanaan izin, penyelesaian tata ruang dan penyediaan lahan, percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta diskresi dalam penyelesaian hambatan dan kepentingan hukum. Ketiga, kebijakan untuk meningkatkan investasi di sektor properti, khususnya untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat penghasilan rendah.


Paket kebijakan ini diharapkan mampu menggerakkan sektor riil untuk menguatkan landasan perekonomian nasional, memperkuat perdagangan nasional dan mengembangkan UMKM dan koperasi, seta memperlancar perdagangan daerah. Catatan Kompas (10/10), bahwa sejumlah kalangan menyambut positif paket kebijakan ini, setidaknya telah menyokong mulai terbentuknya sikap optimis. Sikap mental yang dibutuhkan untuk kembali bangkit. 


Sebagai kebijakan, formulanya sangat bisa diterima dan cukup menjanjikan. Adanya perhatian pada sektor riil yang menyasar hingga akar rumput menunjukkan keberpihakan pada rakyat yang patut diapresiasi. Ini bisa menjadi pintu masuk untuk kembali membangun kepercayaan, terutama dari sisi psikologis. Namun demikian, pertanyaan mendasar yang penting untuk diajukan tetaplah sama, yakni pada keseriusan dalam implementasinya. Bagaimana pemerintah memimpin dan mengawal berjalannya agenda penting ini, bagaimana menjalin kerjasama yang solid antar elemen pemerintahan, dan bagaimana menggerakkan dukungan pihak-pihak lain, membangun keterlibatan masyarakat serta mengelola dukungan-dukungan ini secara tepat?

Ibarat menu kuliner, paket kebijakan ini seperti resep yang telah ditulis dengan ciamik, begitu juga dengan cara dan langkah pengolahan serta penyajiannya. Yang diperlukan selanjutnya adalah untuk merangkul semua stakeholder untuk mendapatkan kontribusi-kontribusi terbaiknya, untuk mengakomodasi dan mengelolanya dengan baik sepenuh hati. Tanpa itu, sebagus apapaun resepnya beresiko besar hanya akan berujung kecewa. (L. Bekti Waluyo)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2