Pansel (Panitia Seleksi) calon pimpinan KPK akhirnya mendapat enam nama yang dinilai layak menjadi calon pimpinan KPK dari 523 pelamar. Dalam seleksi tahap pertama pansel meloloskan 191 nama terus mengerucut tinggal 48 nama pada tahap kedua dan berikutnya tinggal 19 nama. Ke enam nama itu akan segera dilaporkan kepada presiden yang selanjutnya diserahkan ke DPR untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fite and profer test).


Seleksi calon pimpinan komisi anti rasuah ini adalah untuk kali keempat. Pertama periode 2003-2007 diikuti 513 pelamar, 2007-2011 diikuti 661 pelamar, 2011-2015 diikuti 233 pelamar, dan 2015-2019 diikuti 523 orang pelamar.

Pada awal seleksi 1 Juli 2015 lalu Pansel KPK menyebutkan, bahwa jumlah pendaftar calon pimpinan KPK sebanyak 523 orang, 43 di antaranya perempuan. Dilihat dari keragaman profesi, pendaftar terdiri dari 84 pegawai negeri sipil, 76 dosen, 79 pengacara, 62 pegawai swasta, 46 pensiunan, 31 wiraswasta, 20 Polri (7 di antaranya purnawirawan), 4 dari TNI (2 di antaranya purnawirawan), 3 dari jaksa, 3 hakim, 3 dari unsur internal KPK, dan 4 wartawan.

Seleksi calon pimpinan KPK periode ini agak menarik bukan hanya panselnya yang terdiri dari 9 perempuan, tetapi juga lebih ketat dibanding periode sebelumnya. Misalnya, keterlibatan berbagai lembaga terkait dan masyarakat, terutama Bareskrim Polri jauh lebih serius untuk memberi data rekam jejak calon komisioner tersebut. Bahkan menjelang saat terakhir tahapan seleksi Polri masih memberi data tentang calon komisioner yang terlibat tindak pidana dan sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk dicoret saja dari proses seleksi tahap berikutnya.

Maka dengan tahapan seleksi yang ketat dan melibatkan banyak pihak terutama lembaga penegak hukum (Polri, Kejaksaan dan KPK), kelak tidak ada lagi yang mempermasalahkan masa lalu pimpinan KPK seperti yang dialami pimpinan KPK periode sebelumnya atas nama Abraham Samad dan Bambang Wijojanto (2011-2015), Chandra M Hamzah dan Bibit Waluyo (2017-2011), hingga mengganggu kinerja KPK dan pemberantasan korupsi. (Jusuf Suroso)

 

 

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2