Akhirnya terjawab, desas-desus pencopotan sejumlah menteri kebinet kerja yang sempat meningkatkan suhu politik nasional sejak Mei 2015 lalu. Rabu, 12 Agustus 2015 kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot empat orang menteri, satu menteri digeser dan mencopot pejabat setingkat menteri, sekaligus melantik penggantinya.

Para pembantu presiden yang dicopot adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijanto digantikan Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil digantikan Darmin Nasution, Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo digantikan Rizal Ramli, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel digantikan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Adrinov Chaniago digantikan Sofyan Djalil dan Kepala Sekretariat Kabinet Andi Widjajanto dicopot dan digantikan Pramono Anung (Kompas, 13/8/2015).

Perombakan kabinet ini tidak mencopot semua menteri yang menurut penilaian publik berkinerja buruk, dan fokus pada menteri koordinator dan perekonomian. Itu pun tidak seluruh menteri perekonomian yang kinerjanya lemah ikut dicopot. Sejauh ini belum ada respon positif terhadap kinerja perekonomian nasional, bahkan nilai tukar rupiah terus merosot pada level Rp.14.000,- per dollar AS, (level terendah sejak era reformasi) diikuti gairah pasar modal yang kian melemah.

Boleh jadi pasar maupun para pelaku ekonomi masih menunggu gebrakan apa yang bakal dilakukan para menteri anggota kabinet kerja yang baru itu. Selain itu mereka juga menunggu sejauhmana pengaruh pergerakan perekonomian global. (Jusuf Suroso)

 

 

 

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2