Dapat dipastikan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos, akan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Letjen TNI (purn) Marciano Norman. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemungkinan besar akan menyetujui Sutiyoso menjadi Kepala BIN, sesuai usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi dengan hak prerogatifnya telah memilih Bang Yos karena sudah lama berkiprah di dunia intelijen dan militer, serta melalui pertimbangan matang terkait rekam jejak dan kompetensi mantan Gubernur DKI-Jakarta ini. Karena itu, presiden berharap DPR tidak mempersulit pencalonan Sutiyoso. Dan Sutiyoso membutuhkan dukungan DPR setelah dinyatakan lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan.

Persoalannya, Bang Yos adalah Ketua Umum PKPI dimana Presiden Jokowi pernah berjanji tidak akan mengangkat menteri atau pejabat setingkat menteri dari kalangan ketua umum partai. Selain itu, ada persoalan ingatan publik terhadap Sutiyoso yang memiliki masa lalu kurang baik terkait Peristiwa Berdarah 27 Juli 1996.

Tanpa bermaksud mendiskreditkan Sutiyoso, ternyata Presiden Jokowi kurang peka terhadap aspirasi publik. Apalagi Presiden Jokowi pernah berjanji tidak akan mengangkat menteri atau pejabat setingkat menteri yang menjadi ketua umum partai dan ingin menyelesaikan persoalan HAM di masa lalu secara tuntas. Sekarang dari lima partai pengusung Jokowi saat Pemilu Presiden 2014, tinggal Sutiyoso yang belum mendapat jatah di kabinet Kerja. Ada kesan penunjukan Sutiyoso sebagai Kepala BIN merupakan bagian dari bagi-bagi kursi kekuasaan. Kalau itu benar, berarti Presiden ingkar janji (FS Swantoro).

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2