Barangkali kita masih ingat pidato bersejarah pada sidang BPUPKI, 1 Juni 1945: suara Soekarno memberi sihir para pemikir nasib Indonesia. Di sela ucapannya, orang-orang bertepuk tangan. Mereka terpukau dan mengekspresikan pujian.
Tujuh puluh tahun kemudian, Presiden Joko Widodo berpidato tentang Soekarno dan Pancasila. Pidato di Blitar, 1 Juni 2015, menghasilkan tepuk tangan meriah, tapi memicu keterkejutan publik. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Soekarno dilahirkan di Blitar.
Pertanyaannya, di manakah Presiden RI Pertama Soekarno dilahirkan?

Dalam autobiografi versi Indonesia “Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia“, Paul van ‘t Veer sudah menyoroti kesimpangsiuran tempat di mana Soekarno dilahirkan. Sejarawan LIPI, Asvi Marwan Adam mengatakan soal tempat kelahiran masih perlu dikaji. "Seingat saya di Blitar tapi kemudian Bung Karno sekolah di Surabaya, mondok di rumah di HOS Cokroaminoto" (VIVAnews.com, 31 Mei 2011). Senada dengan Asvi, Sejarawan Universitas Gadjah Mada, Suhartono, berpedapat "Sejauh yang pernah saya baca, Soekarno lahir di Blitar."

Keluarga besar Soekarno angkat suara terkait polemik tempat kelahiran sang proklamator. Dengan tegas disebutkan Soekarno lahir di Surabaya, bukan di Blitar. “Memang betul, beliau lahir di Surabaya” (Okezone31/8/2010). Dalam seminar Pelurusan Sejarah Soekarno di Surabaya (28/8/2010), disebutkan Bung Karno lahir di Surabaya, bukan di Blitar. Menurut Van’t Veer, penulis biografi “Soekarno: Tokoh Abad Ke-20” terbitan tahun 1965, kesimpang-siuran itu ditemukan dalam biografi resmi Indonesia mengenai Soekarno. Berikut petikan buku biografi, “Mengenai masa belia Soekarno hingga saat ini kurang diketahui. Biografi-biografi resmi Indonesia mengandung data yang sepenuhnya saling bertentangan mengenai tempat lahir, masa sekolah, dan ayahnya.” “Dia sendiri sekarang menceritakan bahwa dia lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 (sebelumnya ditulis Blitar) sebagai anak seorang guru bernama Soekemi Sosrodihardjo, gelar bangsawan Raden”.

Menurut situs Tropenmuseum Dalam situs Tropenmuseum bisa ditemukan data yang menyebutkan Soekarno dilahirkan di Blitar. “Soekarno lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 Juni 1901.” Menurut berita De Tijd, “Soeharto Niet Bij Begrafenis Soekarno (23 Juni 1970) bisa ditemukan tautan Blitar kota kelahiran Bung Karno. “Mantan presiden Soekarno “Bapak Indonesia”… dimakamkan dekat kota provinsi Blitar, dimana dia 69 tahun lalu dilahirkan. Jadi yang benar yang mana? Surabaya atau Blitar? Blitar atau Surabaya? Sejak awal abad 20, masyarakat kita kurang tertib dengan tanggal dan tempat lahir seseorang? Jadi, tidak salah bila Presiden Jokowi menyebut Soekarno lahir di Blitar. Demikian pula bila Presiden Jokowi menyebut Surabaya sebagai tempat kelahiran Soekarno, Sang Proklamator (FS Swantoro).

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2