Karikatur Koran Tempo edisi 28 Mei 2015 mengekspresikan sebuah pesta pora “tuan-tuan besar” sambil mengangkat toast, layaknya merayakan kemenangan akhir sebuah perhelatan. Sayang, tuan-tuan besar peserta pesta pora itu “berwajah tikus”. Binatang pengerat yang selama ini dijadikan simbul sebagai “manusia pencuri” alias koruptor.

Pesan yang hendak disampaikan karikaturis Koran Tempo terkait dengan putusan kontroversial hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Haswandi yang mengabulkan keberatan mantan Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Hadi Purnomo atas penetapan dirinya sebagai tersangka penyalahgunaan keringanan pajak Bank Central Asia oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat dia menjabat Dirjen Pajak.

Alasan Haswandi karena status penyelidik dan penyidik KPK tidak sah, bukan berasal dari institusi yang disebutkan dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Haswandi mengesampingkan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, khususnya Pasal 45 yang menyatakan: “penyidik adalah penyidik pada KPK yang diangkat dan diberhentikan oleh KPK,” yang tugasnya melaksanakan fungsi penyidikan tindak pidana korupsi.

Apabila putusan hakim Haswandi menjadi rujukan, lantas bagaimana dengan keabsahan ratusan proses hukum yang selama ini ditangani KPK. Sebelumnya, hakim tunggal dari Pengadilan Negeri yang sama, Sarpin Rizaldi juga mengabulkan permohonan tersangka pemilik rekening gendut Komjen (Pol) Budi Gunawan dengan alasan KPK tidak bisa menyidik kasus pejabat tinggi Polri karena tidak termasuk pegawai negeri sipil.

Maka kian lengkaplah usaha untuk “menggergaji” eksistensi dan kewenangan lembaga anti korupsi ini. Pada saat yang sama Presiden Jokowi membentuk Panitia Seleksi calon komisioner dan pimpinan KPK untuk mencari jawara baru anti korupsi. Masih relevankah? (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2