Kamis, 21 Mei 2015 ini istana kepresidenan akan umumkan tujuh nama Anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019. Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengotak-atik tujuh nama calon anggota Pansel. Kabarnya, ada dua nama yang dicoret dan diganti nama lain (Kompas 21/5/2015).

Ketujuh nama yang masuk ke meja presiden antara lain Jimly Asshiddiqie, Romli Atmasasmita, Tumpak Hatorangan Panggabean, Refly Harus, Komisaris Jenderal (Pol) Oegroseno, Saldi Isra dan Margarito Kamis. Lantas dua nama yang diganti itu siapa dan apa alasannya, tidak ada konfirmasi.

Dua dari ketujuh nama itu yang rekam jejaknya tidak independen adalam Romli Atmasasmita (menjadi saksi ahli praperadilan Komjen (Pol) Budi Gunawan) dan Margarito Kamis (partisan). Sadar akan posisinya yang tidak independen Margarito Kamis sudah menyatakan menolak dengan alasan berbeda haluan dengan Presiden Jokowi.

Sejauh ini masyarakat anti korupsi mengharapkan agar Pansel diisi orang yang benar-benar kredibel, independen dan bebas dari pengaruh kekuatan politik manapun. Sehingga dapat memilih calon komisioner dan pimpinan KPK yang memiliki integritas, kapabel, jujur, bebas dari kekuatan politik, menguasai hukum dan manajemen. Itu pun belum cukup, masih dituntut persyaratan lain yaitu memiliki keberanian untuk melawan korupsi. Betapa hebat integritasnya tanpa keberanian, hanya akan membuat KPK bagaikan macan ompong. (Jusuf Suroso)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2