Mantan Presiden ke-6 SBY terpilih lagi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres IV partai itu di Surabaya. Proses terpilihnya SBY melalui pemilihan secara aklamasi oleh seluruh peserta kongres yang hadir. Kandidat lain calon ketua umum, mantan Ketua DPR Marzuki Alie, mendadak mengundurkan diri dari pencalonan beberapa jam sebelum pendaftaran calon ketua umum ditutup. Marzuki Ali mengatakan alasan pengunduran dirinya karena ada kepentingan partai yang lebih besar yang harus didahulukan (Rakyat Merdeka, 13/5/2015).

Hasil kongres, seluruh DPD secara aklamasi menyatakan setuju bahwa SBY kembali dipercaya memimpin Partai Demokrat untuk periode 2015-2020. Agenda penetapan ketua umum pada Kongres IV ini ternyata memang lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Dan hanya SBY saja yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum dalam kongres kali ini. Sampai pendaftaran ditutup, tidak ada kader lain yang mencalonkan sebagai ketua umum, termasuk I Gede Pasek yang sebelumnya terlihat tampil sebagai calon pesaing SBY, selain Marzuki Ali. Selain sebagai calon tunggal, pencalonan SBY diusulkan oleh semua pemilik suara, baik DPD maupun DPC.

Saat ini diakui bahwa SBY merupakan satu-satunya figur sentral di Partai Demokrat. Selain SBY sebagai penggagas dan pendiri partai, sosok SBY semakin dominan di tubuh Partai Demokrat setelah dirinya menjadi presiden selama dua periode 2004 hingga 2014. Kondisi yang kurang lebih sama dengan posisi sentral Megawati Soekarnoputri di PDI-Perjuangan. Dan persis sama pula bahwa kedua ketua umum ini kembali terpilih dalam kongres partai masing-masing lewat mekanisme calon tunggal dan pemilihan secara aklamasi. Fakta objektifnya pun mirip, soliditas partai menjadi alasan adanya kepemimpinan mereka sebagai ketua umum partainya.

Dengan terpilihnya SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lima tahun mendatang, tentu tidak sulit membaca arah sikap partai berlambang mercy ini ke depan. Pilihan politik Demokrat menjadi partai “penyeimbang” di antara dua kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) dipercaya menjadi pilihan politik yang strategis. Posisi di “tengah” ini secara politik akan menguntungkan Partai Demokrat dalam konstelasi politik saat ini. (Ari Nurcahyo)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2