Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa popularitasnya menurun. Menurutnya, itu bagian dari resiko kebijakan pemerintah yang melakukan perombakan dibanyak hal dan manfaatnya baru akan dirakan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. Menurut hasil survei beberapa lembaga seperti Poltracking, Indo Barometer, Litbang Kompas, dan Lembaga Survei Indonesia, popularitas pemerintahan Jokowi hanya pada kisaran 42 persen hingga 48 persen. Artinya, popularitas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sudah di bawah 50 persen.

Mengapa hal itu terjadi? Antara lain disebabkan banyak janji Jokowi yang belum banyak dipenuhi. Karena itu pasar dan pemodal menunggu realisasi atas janji-janji dan target yang telah dipatok pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan penurunan kinerja perekonomian di sejumlah lini kehidupan telah menimbulkan kekawathiran publik. Dalam beberapa hari terakhir ini, indek harga saham gabungan (IHSG) pun mengalami penurunan.

Selain itu juga terjadi ketidak puasan publik di bidang hukum yang ditandai dengan banyaknya kasus, terutama ketika terjadi kisruh KPK Vs Polri dan Mahkamah Agung dengan Komisi Yudisial. Gebragan yang dilakukan Kejaksaan Agung dengan membentuk Satgas Khusus Tindak Pidana Korupsi juga belum terlalu banyak dirasakan manfaatnya.

Selain itu ada dua hal penting yang mempengaruhi merosotnya popularitas pemerintahan Jokowi-JK. Pertama, pemerintahan Jokowi-JK selama enam bulan ini masih mencari bentuk. Persoalan ini bisa dicarikan solusinya lebih cepat dan baik jika ada koordinasi intensif antar lembaga pemerintah dan lembaga penegak hukum. Kedua, Pemerintahan Jokowi – JK juga agak mengabaikan persoalan hukum dan demokrasi. Selama ini isu itu terkesan kurang dianggap sebagai persoalan serius dan cenderung dijadikan instrumen untuk memberikan pemberanan terhadap kepentingan politik dan ekonomi (FS Swantoro)

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2