Hubungan Polri – KPK (Polisi Republik Indonesia-Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali membara, setelah ada rencana penyidik Polda Sulselbar (Sulawesi Selatan-Barat) akan menahan Ketua KPK (nonaktif) Abraham Samad setelah diperiksa sekitar 6 jam Rabu, 29/4/2015. Penahanan ditangguhkan, setelah lima pimpinan KPK menyediakan diri sebagai jaminan dan perintah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar Samad tidak ditahan (Koran Tempo, 30/4/2015).

Abraham Samad dijadikan tersangka dengan dugaan pemalsuan dokumen kependudukan. Proses pembatalan penahanannya kurang lebih sama dengan yang dialami Wakil Kertua KPK (nonaktif) Bambang Widjojanto Kamis, 23/4/2015 lalu. Bambang Widjojanto dijadikan tersangka dugaan pemberian keterangan palsu saat dia menjadi pengacara sengketa pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 2010 lalu.

Kedua pimpinan KPK itu ditetapkan menjadi tersangka setelah KPK menetapkan Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan menjadi tersangka dengan dugaan kepemilikan rekening gendut. Tidak berlebihan manakala ada pendapat yang menyatakan, penetapan tersangka kedua pimpinan KPK tersebut sebagai mengada-ada, kriminalisasi dan syarat dengan unsur balas dendam antar individu pimpinan Polri dan KPK.

Bahkan tidak keliru pendapat yang menyatakan penahanan terhadap kedua komisioner KPK ini merupakan kelanjutan bentuk penegakan hukum dengan etikad buruk, yang dampaknya dapat memicu perseteruan baru Polri versus KPK. Perintah Kapolri Badrodin Haiti kepada jajaran Polri untuk menghitung untung ruginya menahan kedua pimpinan KPK patut diapresiasi. Badrodin ingin memperlihatkan sikapnya secara konsisten terhadap kesepakatan antara Polri dan Pimpinan KPK dan membangun kerjasama antar sesama aparat penegak hukum. Sekurangnya atau dalam jangka waktu tertentu dapat meredam panas dingin hubungan Trunojoyo-Kuningan. (Jusuf Suroso).

Category: Scrutiny 2015-2017

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.


Membaca DEBAT CAPRES Seri-2: Antara Capaian dan Optimisme Keberlanjutan Kebijakan

saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate

  • 1
  • 2