SURVEI Ingatan Kolektif, Sejarah, dan Persepsi Hubungan Indonesia dan Belanda:

Menuju Rekonsiliasi Masa Lalu dan Membangun Sejarah Masa Depan

( CIRiS – PARA SYNDICATE – SYARIKAT )

 

 

 

Seluruh kegiatan survei dilakukan di seluruh Indonesia selama Agustus-November 2016 dengan pengambilan data lapangan tanggal 1-15 Agustus 2016 yang melibatkan kerja sama 3 lembaga yakni Center for Indonesia Risk Studies (CIRiS), Para Syndicate Institute, dan Perkumpulan Syarikat.  

 

 Fokus survei ini mendeskripsikan persepsi generasi muda terdidik Indonesia mengenai hubungan kedua negara. Survei ini krusial mengingat hubungan kedua negara saat ini maupun di masa depan sangat ditentukan oleh persepsi generasi ini berdasarkan narasi ingatan kolektif dan sejarah tentang Belanda di tanah Indonesia. Masa lalu adalah identitas bangsa sekaligus pijakan bagi generasi ke generasi sebagai ahli waris yang mempengaruhi keputusan-keputusan sosial politik dan menentukan arah serta keberlanjutan hubungan bilateral kedua negara di masa depan.

 

 Generasi muda terdidik Indonesia dalam survei ini direpresentasikan oleh generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Generasi ini sering juga disebut sebagai generasi Y atau millennial.3 Populasinya di Indonesia hingga kini mencapai + 35,0 persen dari jumlah penduduk secara keseluruhan.4 Dengan jumlah mencapai hampir 100.

 

 Survei dilakukan terhadap 1.605 responden berlatar belakang siswa sekolah menengah atas (SMA)/ sederajat yang duduk di kelas II dan III, dan mahasiswa/ lulusan strata satu/ sederajat. Usianya berada di antara 15-30 tahun. Dengan teknik multi stage random sampling, sebaran responden ditentukan secara acak di 64 SMA/ sederajat dan 43 universitas/ sederajat di 14 provinsi dan 29 kabupaten/ kota di Indonesia Barat (Sumatera), Jawa-Bali, dan Indonesia Tengah-Timur (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua). Survei ini menggunakan confidence level 95,0 persen dan margin of errors 2,5 persen.  

 

 Tujuan survei ini mendalami ingatan kolektif, sejarah, dan persepsi di kalangan generasi Y mengenai hubungan Indonesia-Belanda. Pendalaman ini mencakup:

  1. jarak sosial generasi Y Indonesia dengan Belanda saat ini;
  2. jarak generasi ini dengan masa lalu bangsanya;
  3. narasi ingatan kolektif dan sejarah;
  4. identifikasi kognitif terhadap masa lalu hubungan kedua negara;
  5. bentuk afeksi yang terbangun berdasarkan masa lalu;
  6. ekspektasi terhadap hubungan kedua negara di masa depan. 

 

--> Executive Summary [unduh -pdf]

 

 

Category: Program

 

program Kuliah Umum yang menghadirkan para negarawan, guru bangsa, serta tokoh & ahli di bidangnya. 

program Diskusi Publik reguler yang mengangkat tema-tema penting, aktual, dan faktual.



saksikan selengkapnya di:

YouTube Channel
youtube.com/c/parasyndicate